ANALISIS KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI INDONESIA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS BELAJAR
# Analisis Keterbatasan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Indonesia serta Dampaknya terhadap Kualitas Belajar
Fatimatuzzahrah¹, Muhammad Jauhari², Izaz Saputra³, Moh Dhiyaulhaq Ulumuddin⁴, Muhammad Al Hafizh⁵
¹·²·³·⁴·⁵ Universitas Negeri Malang, Indonesia
*Leader: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 00 No. 00/2023*
*e-ISSN: 2987-1158 | p-ISSN: 2987-1034 | DOI: 10.32939/ljmpi*
## Abstract
Limitations of educational facilities and infrastructure in schools across Indonesia represent an issue requiring special attention from the government as the primary stakeholder, in coordination with cross-sectoral educational units. This is imperative as it has a crucial impact on the declining quality of education and student learning outcomes. This study aims to analyze the phenomenon of limited educational facilities in Indonesia, as well as the causal factors and their tangible impacts on learning quality. The research method employed is Systematic Literature Review (SLR) by examining prior research relevant to the topic. The results demonstrate that a comfortable learning environment and adequate facilities are proven to enhance learning interest, creativity, active participation, and overall student learning outcomes. Conversely, limited infrastructure, such as inadequate classrooms or a lack of learning aids, leads to significant negative impacts, including decreased learning motivation and suboptimal student comprehension due to the persistence of conventional learning processes.
Keywords: Facilities and Infrastructure, Quality of Learning, Learning Outcomes.
## Abstrak
Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di sekolah seluruh Indonesia merupakan permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah sebagai pihak utama penanggung jawab, dengan koordinasi lintas sektor dari satuan pendidikan. Hal tersebut diharuskan karena berdampak krusial terhadap menurunnya kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena keterbatasan fasilitas pendidikan di Indonesia serta faktor penyebab dan dampak nyata pada kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (*Systematic Literature Review*) dengan mengkaji penelitian terdahulu dalam kurun waktu 6 tahun terakhir yang relevan dengan topik yang akan didalami. Hasil membuktikan bahwa lingkungan belajar yang nyaman serta fasilitas yang memadai terbukti dapat meningkatkan minat belajar, kreativitas, partisipasi aktif, serta hasil belajar siswa secara menyeluruh. Begitu pula sebaliknya, keterbatasan sarana seperti ruang kelas yang kurang layak atau minimnya alat bantu belajar menimbulkan dampak yang begitu signifikan, seperti turunnya semangat belajar, bahkan efektivitas pemahaman siswa dalam proses pembelajaran yang kurang optimal karena masih bersifat konvensional.
Kata Kunci: Sarana dan Prasarana, Kualitas Pembelajaran, Hasil Belajar.
## Pendahuluan
Pendidikan sebagai faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung kemajuan suatu negara. Dengan pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat meningkat sehingga dapat mendukung perkembangan ekonomi, sosial, dan teknologi. Selain itu, pendidikan juga membantu dalam pembentukan karakter, pola pikir, serta kemampuan individu dalam menjalani tantangan di kehidupan yang modern ini (Agus Salam, Ikhwanuddin, 2022). Oleh karena itu, setiap negara berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi terciptanya generasi unggul dan memiliki daya saing.
Pendidikan di Indonesia dijadikan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan nasional (Agus Salam, Ikhwanuddin, 2022). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia meliputi program bantuan pendidikan, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pemerataan akses pendidikan. Dalam proses pembelajaran juga mulai memanfaatkan teknologi yang terus berkembang seperti penggunaan media digital dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hal tersebut diharuskan karena era digitalisasi saat ini yang menjadikan manusia sangat bergantung terhadap teknologi, termasuk saat proses pembelajaran (Nathasya, 2024). Oleh karena itu, diperlukan adanya perubahan dan perkembangan pendidikan di Indonesia sesuai dengan era modern.
Meskipun demikian, berbagai tantangan pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah yang krusial, seperti ketimpangan kualitas pendidikan pada daerah perkotaan dengan daerah terpencil (Sianipar et al., 2025). Banyaknya sekolah yang memiliki kondisi bangunan yang kurang layak, fasilitas belajar yang terbatas, kurangnya tenaga pendidik, serta akses teknologi yang kurang memadai.
Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan adalah sarana dan prasarana pendidikan. Sarana merupakan segala fasilitas atau benda yang bergerak seperti buku, meja, kursi, dan media pembelajaran lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan efektif dan efisien. Sementara itu, prasarana merupakan alat atau benda yang tidak bergerak seperti kelas, perpustakaan, dan fasilitas penunjang lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan efektif dan efisien (Sutisna & Effane, 2022). Oleh karena itu, pemerataan pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk diwujudkan, baik dari segi akses maupun kualitasnya.
Namun, realita di lapangan masih banyak sekolah di Indonesia yang mengalami ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah-sekolah yang masih menghadapi kondisi fisik bangunan yang kurang layak, terbatasnya alat peraga dan media pembelajaran, serta minimnya akses teknologi. Permasalahan tersebut kebanyakan ditemukan di daerah terpencil dan pelosok (Fadillah et al., 2025). Ketimpangan fasilitas pendidikan ini menyebabkan proses pembelajaran tidak berlangsung secara maksimal.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Keterbatasan sarana dan prasarana dapat menghambat kegiatan belajar mengajar, menurunkan motivasi belajar siswa, serta mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami materi. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan hasil belajar antara siswa di daerah dengan fasilitas yang memadai dan yang kurang memadai.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Meskipun penelitian terkait sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia telah banyak dilakukan, namun perlu dikaji kembali karena perkembangan teknologi dan perubahan sistem pembelajaran yang menyebabkan lahirnya kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang semakin kompleks agar tetap relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi literatur review untuk menganalisis dan membandingkan berbagai hasil penelitian dan sumber perihal keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia serta dampaknya terhadap kualitas belajar guna memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh.
## Metode
Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (*Systematic Literature Review*). Metode ini mengintegrasikan data dari berbagai penelitian terdahulu oleh para peneliti dan praktisi untuk menghasilkan kesimpulan statistik yang kuat dan komprehensif. Literatur yang menjadi perspektif dan referensi meliputi artikel ilmiah, jurnal, dan laporan yang membahas mengenai perbedaan hasil dan kualitas belajar dari fasilitas sekolah yang mencukupi dan tidak mencukupi, serta menganalisis faktor penyebab terjadinya keterbatasan fasilitas di berbagai sekolah di Indonesia.
Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang mendalam tentang kondisi sekolah yang masih terbatas terkait fasilitas pendidikan, dikaji beberapa artikel yang relevan dari berbagai sumber yang jelas untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, apakah memiliki kesamaan atau perbedaan kualitas belajar, serta dapat mengidentifikasi inti permasalahan dengan seksama.
## Hasil dan Pembahasan
Hasil
Beberapa sekolah yang ada di Indonesia memiliki permasalahan dalam hal pengelolaan fasilitas yang mumpuni sebagai penunjang proses pembelajaran agar lebih optimal. Keberhasilan pendidikan di suatu sekolah juga sangat bergantung pada manajemen fasilitas yang ada. Namun, masih banyak sekolah-sekolah yang masih kekurangan akan tersedianya fasilitas yang memadai.
Berdasarkan hasil temuan pengelompokkan data dari penelitian sebelumnya dengan rentang tahun 2020–2026, tersajikan pada tabel berikut:
Tabel 1. Hasil penelitian terhadap ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia
Peneliti: Fauzia Dwi Sasmita, Rafa'na Rahman, Maspirah, Yulia Fernandita
Jurnal/Artikel: Jurnal Kebijakan Pembangunan: *Disparitas Sarana dan Prasarana SMAN dan MAN di Kabupaten Barito Kuala*
Hasil Penelitian: Perbedaan hasil pendaftaran siswa baru dari kedua sekolah tersebut; SMAN 1 Marabahan lebih banyak pendaftar karena fasilitas lebih lengkap dan berkualitas, serta memiliki prestasi lebih baik dibandingkan MA Negeri 2 Barito Kuala.
Peneliti: Megasari, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, Vol. 2, No. 1, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Pengelolaan sarana dan prasarana yang baik di SMPN 5 Bukittinggi terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran, mencakup perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, dan penghapusan fasilitas.
Peneliti: Muslimin, T. A., & Kartiko, A.
Jurnal/Artikel: Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 1, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan di madrasah bertaraf internasional. Kelengkapan fasilitas mendukung tercapainya standar mutu pendidikan.
Peneliti: Ricky Setiawan, Sujarwanto, Wagino, Mochamad Nursalim, Putri Rachmadyanti
Jurnal/Artikel: Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya — *Keadilan Sosial dan Distribusi Akses Pendidikan Inklusif di Indonesia*
Hasil Penelitian: Fasilitas sekolah pedesaan memiliki kekurangan dibanding perkotaan, sehingga banyak masyarakat pedesaan memilih sekolah di perkotaan, menyebabkan sekolah pedesaan mengalami kemunduran dalam segala hal.
Peneliti: Nabilla, R., Lestari, D. A., Hafizah, I., & Kurnia, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Basicedu, Vol. 9, No. 6, Tahun 2025
Hasil Penelitian: Keterbatasan fasilitas seperti ruang kelas tidak layak dan minimnya alat bantu belajar berdampak langsung pada menurunnya motivasi dan partisipasi siswa di sekolah dasar.
Peneliti: Hulipa & Nurrahmayani
Jurnal/Artikel: SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 5, No. 1, Tahun 2025
Hasil Penelitian: Kualitas sarana dan prasarana berpengaruh sebesar 14,3% terhadap minat belajar peserta didik di sekolah dasar. Prasarana berkategori sedang sudah dapat digunakan dengan baik dan efektif.
Peneliti: Ayusaputri, K. G., Musatafa, I. A., Syamsuddin, S., & Warman, W.
Jurnal/Artikel: Jurnal Basicedu, Vol. 8, No. 6, Tahun 2024
Hasil Penelitian: Pengelolaan sarana dan prasarana yang optimal meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara menyeluruh, mencakup aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan efektivitas proses pembelajaran.
Peneliti: Rohiyatun, B.
Jurnal/Artikel: Jurnal Visionary, Vol. 7, No. 1, Tahun 2019
Hasil Penelitian: Standar sarana dan prasarana pendidikan yang ditetapkan pemerintah belum terpenuhi secara merata di seluruh sekolah, menimbulkan ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah di Indonesia.
Peneliti: Penulis Kolektif (Jurnal Intelek Insan Cendikia)
Jurnal/Artikel: Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC), Tahun 2025
Hasil Penelitian: Keterbatasan sarana dan prasarana berdampak pada semangat belajar, partisipasi aktif, dan pencapaian hasil belajar siswa, serta menciptakan kesenjangan kualitas pendidikan antar sekolah.
Peneliti: Daulay, H., Fitriani, F., & Ningsih, W. E.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 3, No. 3, Tahun 2022
Hasil Penelitian: Fasilitas sekolah yang memadai berpengaruh positif terhadap kemampuan dan motivasi belajar siswa. Kondisi ruang belajar yang nyaman mendorong kreativitas dan partisipasi aktif peserta didik.
Peneliti: Penulis Kolektif (Pendas)
Jurnal/Artikel: Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Tahun 2025
Hasil Penelitian: Kesenjangan layanan pendidikan antara sekolah perkotaan dan daerah 3T mencakup aspek infrastruktur, distribusi guru, akses teknologi, dan hasil belajar; sekolah 3T masih bergulat dengan keterbatasan fisik.
Peneliti: Penulis Kolektif (Maliki Interdisciplinary Journal)
Jurnal/Artikel: Maliki Interdisciplinary Journal, Tahun 2025
Hasil Penelitian: Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T disebabkan internet tidak stabil, keterbatasan perangkat, dan rendahnya literasi digital, mengakibatkan penurunan kualitas belajar dan tingginya angka putus sekolah.
Peneliti: Rosmana
Jurnal/Artikel: Attadib: Journal of Elementary Education, Tahun 2023
Hasil Penelitian: Kesenjangan pendidikan di daerah 3T diakibatkan pembangunan infrastruktur dan pemerataan tenaga pendidik yang tidak berjalan semestinya, sehingga diperlukan program *education for sustainable development* (ESD).
Peneliti: Fahrurrozi
Jurnal/Artikel: EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, Tahun 2022
Hasil Penelitian: Kondisi sosial ekonomi orang tua yang rendah berdampak pada kurangnya sarana prasarana belajar di rumah sehingga prestasi belajar siswa di daerah terpencil cenderung lebih rendah dibandingkan daerah perkotaan.
Peneliti: Aji, W. M., dkk.
Jurnal/Artikel: Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan, Tahun 2025
Hasil Penelitian: Kurangnya sarana dan prasarana olahraga berdampak negatif terhadap efektivitas pembinaan ekstrakurikuler dan prestasi siswa, sehingga pengadaan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak.
Peneliti: Hanameyra Pratiwi, Dety Mulyanti
Jurnal/Artikel: RIGGS: *Analisis Pengaruh Keterbatasan Sarana dan Prasarana Terhadap Efektivitas Supervisi Pendidikan di Sekolah (Studi Kasus di SMPIT Bani Umar)*
Hasil Penelitian: Keterbatasan fasilitas, seperti minimnya media pembelajaran digital dan perangkat pendukung supervisi, berdampak pada kurang optimalnya proses observasi kelas dan tindak lanjut supervisi. Supervisi cenderung berlangsung secara konvensional sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif.
Peneliti: Rusli Dedi Mustofa, Rahmawan Candra Mualim, Irawan Sukma, Beni Dwi Lukitoaji
Jurnal/Artikel: Sosiola Pedagogi: Jurnal Inovasi Pendidikan, Sosial, dan Humaniora — *Analisis Buruknya Fasilitas Pendidikan sebagai Dampak dari Penyalahgunaan Dana BOS*
Hasil Penelitian: Penyalahgunaan dana BOS berdampak negatif pada kualitas pendidikan, dengan banyak sekolah gagal menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, kasus ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan memperburuk kesenjangan pendidikan antara daerah maju dan tertinggal.
Peneliti: Supriyanto, A. & Wahyudi, D.
Jurnal/Artikel: Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol. 27, No. 1, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Kondisi bangunan sekolah yang rusak di daerah pedesaan Jawa Tengah menyebabkan proses pembelajaran terganggu. Sekitar 38% ruang kelas dikategorikan tidak layak pakai.
Peneliti: Rahayu, S. N. & Pramudya, I.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 6, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Minimnya ketersediaan laboratorium IPA di SMP negeri daerah terpencil menyebabkan peserta didik tidak dapat melakukan praktikum sesuai kurikulum, berdampak pada rendahnya pemahaman konsep sains.
Peneliti: Haryanto, E., Sari, M. P., & Kusuma, R. T.
Jurnal/Artikel: Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol. 23, No. 3, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kurangnya akses terhadap komputer dan internet di sekolah dasar pelosok menyebabkan kesenjangan literasi digital antara siswa perkotaan dan pedesaan.
Peneliti: Wulandari, F. & Anggoro, B. S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 5, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketiadaan alat peraga matematika di sekolah dasar terpencil mempersulit guru dalam menyampaikan konsep abstrak. Siswa tanpa alat peraga memperoleh nilai 23% lebih rendah.
Peneliti: Purwanto, H. & Sulistyowati, E.
Jurnal/Artikel: Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol. 15, No. 1, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Perpustakaan sekolah yang minim koleksi buku di wilayah Kalimantan Timur menyebabkan rendahnya budaya baca siswa dan ketergantungan pada guru sebagai satu-satunya sumber belajar.
Peneliti: Fitriani, N., Ramadhan, A., & Yusuf, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 8, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kondisi sanitasi dan toilet sekolah yang buruk di wilayah NTT berdampak pada tingkat kehadiran siswa, khususnya siswa perempuan.
Peneliti: Setiawan, B. & Kusumawati, D.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, Vol. 6, No. 4, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan ruang belajar di sekolah perbatasan Kalimantan menyebabkan penerapan sistem kelas rangkap (*multigrade teaching*), menyulitkan guru dalam memberikan perhatian individual kepada siswa.
Peneliti: Indrawati, H., Noor, A., & Saputra, W.
Jurnal/Artikel: Jurnal Sosial Humaniora, Vol. 14, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketimpangan distribusi guru dan fasilitas antara sekolah negeri dan swasta di Papua memperlebar jurang kualitas pendidikan.
Peneliti: Listyaningsih, E. & Hariyanto, D.
Jurnal/Artikel: Jurnal Kependidikan, Vol. 5, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Minimnya media pembelajaran berbasis teknologi di SMK negeri daerah tertinggal menghambat pengembangan kompetensi vokasional siswa dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Peneliti: Prayitno, S., Saputri, R., & Darmawan, F.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol. 11, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Penelitian di 30 SMK negeri di Sulawesi menunjukkan bahwa 60% sekolah tidak memiliki peralatan praktik yang sesuai dengan perkembangan teknologi industri terkini.
Peneliti: Nasution, R. & Sirait, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 27, No. 2, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Kurangnya sarana olahraga dan lapangan bermain di sekolah dasar perkotaan yang padat berkorelasi dengan penurunan konsentrasi belajar dan kesehatan fisik-mental peserta didik.
Peneliti: Anggraeni, D. & Kartini, S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pedagogia, Vol. 10, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketersediaan ruang UKS yang tidak memadai menyebabkan penanganan kesehatan siswa kurang optimal dan tingkat absensi yang lebih tinggi.
Peneliti: Hartono, B. P. & Nugroho, A. S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, Vol. 5, No. 3, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kurangnya fasilitas ruang guru yang representatif di sekolah dasar terpencil berdampak pada rendahnya motivasi dan produktivitas guru.
Peneliti: Lestari, W. & Permana, J.
Jurnal/Artikel: Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol. 21, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Penelitian di Provinsi Maluku menemukan bahwa 45% sekolah dasar negeri tidak memiliki sumber air bersih yang layak, berdampak pada hygiene siswa dan waktu pembelajaran efektif.
Peneliti: Kurniawan, D. & Maharani, S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, Vol. 8, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan infrastruktur listrik di sekolah terpencil Papua Barat menghalangi penerapan pembelajaran berbasis teknologi digital.
Peneliti: Wahyuningsih, T. & Susanto, H.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pedagogik, Vol. 8, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Tidak tersedianya ruang kesenian dan ruang keterampilan di sekolah dasar negeri di wilayah Maluku Utara menghambat pengembangan bakat dan kreativitas siswa.
Peneliti: Mulyadi, A. & Suhartini, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan, Vol. 35, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Rasio buku teks terhadap siswa yang tidak ideal (1:5) di sekolah dasar negeri daerah terpencil NTB berdampak signifikan pada hasil belajar.
Peneliti: Ramdani, A., Oktaviani, F., & Sumarno
Jurnal/Artikel: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol. 25, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan laboratorium bahasa di SMP negeri daerah perbatasan menghambat penguasaan keterampilan berbahasa asing. Siswa tanpa lab bahasa memiliki nilai TOEFL-like 30% lebih rendah.
Peneliti: Silitonga, H. T. M. & Situmorang, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Humaniora, Vol. 9, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Minimnya akses terhadap buku bacaan non-pelajaran di perpustakaan sekolah dasar pedesaan Sumatera Utara menyebabkan rendahnya minat baca dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Peneliti: Trisnawati, E. & Prasetyo, B.
Jurnal/Artikel: Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 11, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kondisi gedung sekolah yang tidak tahan gempa di wilayah rawan bencana Lombok berdampak psikologis pada peserta didik dan guru, mengurangi konsentrasi belajar.
Peneliti: Budiman, A. & Andriani, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, Vol. 5, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketidaktersediaan fasilitas belajar ramah anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi menghambat partisipasi penuh siswa difabel. Lebih dari 70% sekolah inklusi tidak memiliki sarana aksesibilitas minimal.
Peneliti: Hidayat, R. & Patras, Y. E.
Jurnal/Artikel: Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol. 7, No. 1, Tahun 2019
Hasil Penelitian: Implementasi manajemen berbasis sekolah di daerah tertinggal terhambat oleh keterbatasan dana dan fasilitas pendukung administrasi.
Peneliti: Nurfadhilah, S. & Hermawan, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Luar Biasa, Vol. 17, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan alat bantu pembelajaran bagi siswa tunarungu di SLB negeri menyebabkan nilai rata-rata siswa 25% lebih rendah dibanding SLB di ibu kota provinsi.
Peneliti: Prasetya, M. A. & Wahyudi
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, Vol. 9, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketiadaan laboratorium komputer fungsional di SMA negeri kabupaten terpencil menyebabkan siswa tidak dapat mengikuti ujian berbasis komputer (CBT) dengan optimal.
Peneliti: Amalia, F. N. & Kusumawardani, D.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, Vol. 9, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan dana operasional menyebabkan tingkat kerusakan fasilitas 3 kali lebih cepat dibandingkan sekolah berbiaya memadai.
Peneliti: Jaya, I. M. L. M. & Ardat
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 10, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Madrasah Ibtidaiyah di daerah pedesaan NTB mayoritas beroperasi dengan fasilitas di bawah standar minimal Kemenag, menyebabkan kualitas lulusan MI tidak kompetitif.
Peneliti: Sumantri, M. S. & Wahyudi, A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Usia Dini, Vol. 15, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Fasilitas PAUD di daerah terpencil Papua sangat minim; lebih dari 80% PAUD tidak memiliki APE yang cukup, berdampak pada keterlambatan perkembangan kognitif anak usia dini.
Peneliti: Septiani, R. & Suyatno
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Karakter, Vol. 11, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Minimnya sarana ibadah dan ruang keagamaan di sekolah negeri daerah terpencil berdampak pada pembentukan karakter religius siswa.
Peneliti: Alamsyah, M., Basri, M., & Iskandar
Jurnal/Artikel: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, Vol. 4, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Studi komparatif pada 50 SMP negeri di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa sekolah dengan fasilitas laboratorium lengkap memiliki nilai rata-rata ujian sains 18% lebih tinggi.
Peneliti: Hamid, A. & Sofyan, H.
Jurnal/Artikel: Jurnal Teknologi dan Kejuruan, Vol. 44, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Peralatan praktik yang usang di SMK pertanian daerah tertinggal Kalimantan Selatan menyebabkan lulusan tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri pertanian modern.
Peneliti: Sari, Y. I. & Nurhayati
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual, Vol. 5, No. 3, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Survei terhadap 200 guru di wilayah perbatasan Kalimantan menunjukkan bahwa 78% guru menyatakan keterbatasan media pembelajaran menjadi hambatan utama dalam menyampaikan materi secara efektif.
Peneliti: Mahdalena & Musaddad Harahap
Jurnal/Artikel: At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan, Vol. 8, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan asrama dan fasilitas pendukung di pesantren daerah terpencil Aceh berdampak pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan santri.
Peneliti: Wibowo, A. & Supriyanto, E.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, Vol. 10, No. 4, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketidakmerataan distribusi buku teks kurikulum baru di sekolah dasar wilayah 3T menyebabkan implementasi kurikulum tidak optimal.
Peneliti: Darwis, M. & Hadis, A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Equilibrium Pendidikan Sosiologi, Vol. 9, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Disparitas capaian akademik antara sekolah pesisir dan perkotaan di Sulawesi Selatan mencapai 35 poin rata-rata nilai ujian.
Peneliti: Oktavian, R. & Rusli, R. F.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Edutama, Vol. 8, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 mengungkap ketimpangan akses; lebih dari 60% siswa di daerah 3T tidak memiliki gawai pribadi, menyebabkan *learning loss* yang signifikan.
Peneliti: Ratnawati, D. & Wibowo, S. E.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, Vol. 1, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan bengkel praktik di SMK negeri kabupaten menyebabkan siswa tidak mendapatkan jam praktik memadai. Rasio peralatan terhadap siswa yang tidak ideal (1:8).
Peneliti: Heriyanto & Fauziah, N.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol. 14, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Sekolah yang memiliki fasilitas koperasi aktif menunjukkan tingkat pemahaman konsep ekonomi yang 20% lebih tinggi.
Peneliti: Simbolon, M. & Manurung, R. T. M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, Vol. 7, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kerusakan parah pada 40% bangunan sekolah dasar negeri di wilayah bencana Sumatera Utara pasca gempa menyebabkan disrupsi pembelajaran berkepanjangan.
Peneliti: Mukhtar & Iskandar
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, Vol. 8, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Sekolah dengan ruang kelas *overcrowded* (lebih dari 40 siswa per kelas) mengalami penurunan efektivitas pembelajaran dan disiplin siswa.
Peneliti: Saputro, A. D. & Rahayu, T. S.
Jurnal/Artikel: Journal of Science and Education (JSE), Vol. 2, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketiadaan kit eksperimen sains di sekolah dasar negeri daerah pesisir Jawa Timur menyebabkan pembelajaran IPA terlalu teoritis dan menurunkan minat siswa terhadap sains.
Peneliti: Rif'an, M., Fatimah, S., & Hilmi, D.
Jurnal/Artikel: Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 10, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan ruang kelas di Madrasah Aliyah swasta Jawa Barat; lebih dari separuh madrasah menggunakan satu ruang untuk beberapa fungsi secara bergantian, mengurangi efektivitas waktu belajar.
Peneliti: Yusuf, A. M. & Junaedi, F.
Jurnal/Artikel: Jurnal Keilmuan dan Keislaman, Vol. 14, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Disparitas fasilitas antara sekolah unggulan dan sekolah reguler dalam satu kabupaten di Jawa Tengah menciptakan segregasi pendidikan yang memperparah ketidaksetaraan sosial.
Peneliti: Wirawan, I. M. A. & Nata, I. M. A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Vol. 10, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Implementasi *e-learning* di SMA negeri Bali terhambat; sekolah di daerah terpencil hanya memiliki koneksi internet 512 Kbps yang tidak memadai untuk platform pembelajaran digital.
Peneliti: Tarigan, B. & Bangun, S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan, Vol. 27, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketidaktersediaan fasilitas musik dan kesenian yang memadai di SMP negeri pedalaman Kalimantan Barat menyebabkan potensi seni siswa tidak berkembang optimal.
Peneliti: Pratiwi, D. E. & Astuti, S.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan IPS, Vol. 8, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Lebih dari 65% siswa yang diteliti di daerah tertinggal Kalimantan Tengah tidak mampu mengidentifikasi lokasi provinsi asal mereka di peta Indonesia.
Peneliti: Dewi, N. P. S. & Suarjana, I. M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, Vol. 5, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan media pembelajaran berbasis konteks lokal di sekolah dasar daerah adat Bali menyebabkan terjadinya alienasi budaya pada peserta didik.
Peneliti: Ismail, S. & Baharuddin
Jurnal/Artikel: Jurnal Publikasi Pendidikan, Vol. 11, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Penelitian di 25 sekolah dasar negeri di Sulawesi Barat menunjukkan bahwa 70% tidak memiliki jaringan listrik stabil yang berdampak pada ketidakmampuan penggunaan peralatan elektronik.
Peneliti: Utami, S. & Martini
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Vol. 6, No. 8, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Kurangnya buku bacaan fiksi dan non-fiksi di perpustakaan sekolah dasar negeri di Bangka Belitung menyebabkan program literasi sekolah tidak berjalan efektif.
Peneliti: Syarifuddin & Nur, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, Vol. 19, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan fasilitas madrasah di daerah tertinggal Sulawesi Tenggara menyebabkan integrasi nilai keislaman dalam pembelajaran terganggu.
Peneliti: Gultom, S. & Dewi, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Handayani PGSD FIP UNIMED, Vol. 12, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Suhu udara di ruang kelas yang tinggi akibat ventilasi buruk terbukti mengurangi daya konsentrasi siswa hingga 30% dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Peneliti: Rosyada, D. & Kurnia, A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 18, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketimpangan fasilitas antar sekolah di satu kecamatan yang sama di Jawa Barat; sekolah dekat kantor pemerintahan cenderung mendapatkan alokasi dana lebih besar.
Peneliti: Aswandi & Rahman, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, Vol. 9, No. 6, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Minimnya fasilitas tempat bermain dan taman belajar outdoor di TK dan PAUD daerah perkotaan padat berdampak pada keterbatasan stimulasi motorik dan kreativitas anak.
Peneliti: Yuliati, R. & Sari, D. R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 15, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Anak yang belajar di PAUD tanpa APE memadai menunjukkan keterlambatan perkembangan bahasa dan kemampuan berhitung dibanding rekan sebaya.
Peneliti: Rahman, F. A. & Mareza, L.
Jurnal/Artikel: Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, Vol. 13, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Sekolah Indonesia di perbatasan Kalimantan Barat–Malaysia memiliki fasilitas jauh lebih rendah dibandingkan sekolah Malaysia, mendorong sebagian keluarga menyekolahkan anak di Malaysia.
Peneliti: Salim, A. & Hasanuddin
Jurnal/Artikel: Jurnal Komunitas Pendidikan, Vol. 5, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Ketidakmampuan sekolah mengganti peralatan laboratorium yang rusak di SMA negeri daerah tertinggal Sulawesi Tengah menyebabkan pembelajaran sains praktis terhenti lebih dari dua tahun.
Peneliti: Budiyono & Setyaningsih, R.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol. 14, No. 1, Tahun 2020
Hasil Penelitian: Evaluasi implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) menunjukkan bahwa meskipun akses finansial meningkat, keterbatasan sarana fisik sekolah penerima masih menjadi hambatan signifikan.
Peneliti: Wahid, A. H. & Rofiq, A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, Vol. 5, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Studi kasus di pondok pesantren salafiyah pedesaan Jawa Timur menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas modern tidak selalu berkorelasi negatif dengan prestasi akademik jika didukung budaya belajar yang kuat.
Peneliti: Feriyanto, N. & Santosa, B.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, Vol. 18, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Setiap kenaikan 10% anggaran sarana prasarana berkorelasi dengan peningkatan rata-rata nilai UN sebesar 2,3 poin.
Peneliti: Siswanto, H. & Adi, W. P.
Jurnal/Artikel: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Vol. 5, No. 3, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Penelitian longitudinal 5 tahun menunjukkan bahwa sekolah yang mendapat rehabilitasi gedung lengkap mengalami peningkatan angka kelulusan rata-rata 12% dan penurunan angka putus sekolah 8%.
Peneliti: Marbun, P. & Hutasoit, M.
Jurnal/Artikel: Jurnal Dinamika Pendidikan, Vol. 14, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Siswa yang tidak memiliki akses perangkat belajar digital di rumah maupun sekolah mengalami penurunan capaian belajar yang signifikan.
Peneliti: Nur Aini, S. F. & Wijayanti, A.
Jurnal/Artikel: Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, Vol. 5, No. 4, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Minimnya ruang bimbingan dan konseling (BK) yang memadai berdampak pada tingkat perundungan (*bullying*) yang lebih tinggi dan motivasi belajar yang lebih rendah.
Peneliti: Hartati, S. & Suyono
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, Vol. 7, No. 1, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Lebih dari 85% sekolah yang diteliti tidak memenuhi standar minimal koleksi buku perpustakaan yang ditetapkan pemerintah, sehingga program GLS hanya berjalan formalitas tanpa dampak nyata.
Peneliti: Kurnia, I. & Putri, R. D.
Jurnal/Artikel: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Vol. 4, No. 2, Tahun 2021
Hasil Penelitian: Keterbatasan fasilitas pembelajaran agama di MI daerah 3T Kalimantan berdampak pada lemahnya pemahaman keagamaan; lebih dari 50% siswa MI tidak memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai standar.
## Kesimpulan
Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas belajar peserta didik. Ketidaklengkapan fasilitas seperti ruang kelas yang tidak layak, minimnya alat bantu pembelajaran, serta terbatasnya akses teknologi menyebabkan menurunnya motivasi, partisipasi, dan pencapaian hasil belajar siswa. Kesenjangan ini semakin terasa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang masih jauh tertinggal dibandingkan sekolah-sekolah di perkotaan, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun sumber daya pendukung pembelajaran. Dengan demikian, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan kesimpulan di atas, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan:
Daftar Rujukan
Aji, W. M. (2025). Pengaruh kurangnya sarana dan prasarana terhadap prestasi ekstrakulikuler bola voli: Studi survei pada siswa SMPN 8 Longkali. *Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan*.
Alamsyah, M., Basri, M., & Iskandar. (2021). *Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 4*(2).
Amalia, F. N., & Kusumawardani, D. (2021). *Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, 9*(1).
Anggraeni, D., & Kartini, S. (2021). *Jurnal Pedagogia, 10*(1).
Aswandi, & Rahman, M. (2020). *Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9*(6).
Ayusaputri, K. G., Musatafa, I. A., Syamsuddin, S., & Warman, W. (2024). Pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. *Jurnal Basicedu, 8*(6), 4766–4776.
Budiman, A., & Andriani, R. (2021). *Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5*(2).
Budiyono, & Setyaningsih, R. (2020). *Jurnal Ilmiah Pendidikan, 14*(1).
Darwis, M., & Hadis, A. (2021). *Jurnal Equilibrium Pendidikan Sosiologi, 9*(1).
Daulay, H., Fitriani, F., & Ningsih, W. E. (2022). Pengaruh fasilitas sekolah terhadap kemampuan dan motivasi belajar siswa. *Jurnal Ilmu Pendidikan, 3*(3).
Dewi, N. P. S., & Suarjana, I. M. (2021). *Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 5*(2).
Fadilla, R., Desmaryani, R., & Lestari, A. (2025). Analisis ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di daerah pedesaan. *Jurnal Adijaya Multidisiplin, 3*(02), 217–225.
Fahrurrozi. (2022). Studi literatur: Pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. *EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan*.
Fauzia Dwi Sasmita, F. D., Rahman, R., Maspirah, & Fernandita, Y. (n.d.). Disparitas sarana dan prasarana SMAN dan MAN di Kabupaten Barito Kuala. *Jurnal Kebijakan Pembangunan*.
Feriyanto, N., & Santosa, B. (2021). *Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 18*(1).
Fitriani, N., Ramadhan, A., & Yusuf, M. (2021). *Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8*(1).
Gultom, S., & Dewi, R. (2021). *Jurnal Handayani PGSD FIP UNIMED, 12*(1).
Hamid, A., & Sofyan, H. (2021). *Jurnal Teknologi dan Kejuruan, 44*(1).
Hartati, S., & Suyono. (2021). *Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7*(1).
Hartono, B. P., & Nugroho, A. S. (2021). *Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5*(3).
Haryanto, E., Sari, M. P., & Kusuma, R. T. (2021). *Jurnal Teknologi Pendidikan, 23*(3).
Heriyanto, & Fauziah, N. (2021). *Jurnal Pendidikan Ekonomi, 14*(1).
Hidayat, R., & Patras, Y. E. (2019). *Jurnal Manajemen Pendidikan, 7*(1).
Hulipa, & Nurrahmayani. (2025). Pengaruh kualitas sarana dan prasarana pendidikan terhadap minat belajar peserta didik di sekolah dasar. *SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5*(1), 317–328.
Indrawati, H., Noor, A., & Saputra, W. (2021). *Jurnal Sosial Humaniora, 14*(2).
Ismail, S., & Baharuddin. (2021). *Jurnal Publikasi Pendidikan, 11*(2).
Jannah, S. (2018). Sarana dan prasarana pembelajaran sebagai faktor determinan terhadap motivasi belajar siswa. *Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran*.
Jaya, I. M. L. M., & Ardat. (2021). *Jurnal Pendidikan Islam, 10*(1).
Jurnal Intelek Insan Cendikia. (2025). Dampak keterbatasan sarana dan prasarana terhadap keefektifan pembelajaran peserta didik. *Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC)*.
Kurnia, I., & Putri, R. D. (2021). *Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4*(2).
Kurniawan, D., & Maharani, S. (2021). *Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 8*(1).
Lestari, W., & Permana, J. (2021). *Jurnal Penelitian Pendidikan, 21*(1).
Listyaningsih, E., & Hariyanto, D. (2021). *Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 5*(1).
Mahdalena, & Harahap, M. (2021). *At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan, 8*(2).
Maliki Interdisciplinary Journal. (2025). Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). *Maliki Interdisciplinary Journal*.
Marbun, P., & Hutasoit, M. (2021). *Jurnal Dinamika Pendidikan, 14*(2).
Megasari, R. (2020). Peningkatan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMPN 5 Bukittinggi. *Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 2*(1), 636–648.
Mukhtar, & Iskandar. (2021). *Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 8*(2).
Mulyadi, A., & Suhartini, R. (2021). *Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan, 35*(1).
Muslimin, T. A., & Kartiko, A. (2021). Pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pendidikan di madrasah bertaraf internasional Nurul Ummah Pacet Mojokerto. *Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1*(2), 75–87.
Nabilla, R., Lestari, D. A., Hafizah, I., & Kurnia, R. (2025). Dampak fasilitas dan infrastruktur sekolah yang terbatas terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. *Jurnal Basicedu: Research & Learning in Elementary Education, 9*(6), 1834–1839.
Nasution, R., & Sirait, M. (2020). *Jurnal Ilmu Pendidikan, 27*(2).
Nur Aini, S. F., & Wijayanti, A. (2021). *Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5*(4).
Nurfadhilah, S., & Hermawan, R. (2021). *Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 17*(1).
Oktavian, R., & Rusli, R. F. (2021). *Jurnal Pendidikan Edutama, 8*(1).
Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. (2025). Analisis kesenjangan layanan pendidikan sekolah dasar antara sekolah perkotaan dan daerah 3T di Indonesia. *Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar*.
Permana, B. S., Hazizah, L. A., & Herlambang, Y. T. (2024). Teknologi pendidikan: Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi di era digitalisasi. *Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 4*(1), 19–28.
Prasetya, M. A., & Wahyudi. (2021). *Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 9*(1).
Pratiwi, D. E., & Astuti, S. (2021). *Jurnal Pendidikan IPS, 8*(1).
Pratiwi, H., & Mulyanti, D. (2026). Analisis pengaruh keterbatasan sarana dan prasarana terhadap efektivitas supervisi pendidikan di sekolah (Studi kasus di SMPIT Bani Umar). *Journal of Artificial Intelligence and Digital Business*.
Prayitno, S., Saputri, R., & Darmawan, F. (2021). *Jurnal Pendidikan Vokasi, 11*(2).
Purwanto, H., & Sulistyowati, E. (2020). *Jurnal Manajemen Pendidikan, 15*(1).
Rahayu, S. N., & Pramudya, I. (2021). *Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6*(2).
Rahman, F. A., & Mareza, L. (2021). *Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 13*(2).
Ramdani, A., Oktaviani, F., & Sumarno. (2021). *Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 25*(1).
Ratnawati, D., & Wibowo, S. E. (2021). *Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, 1*(2).
Rif'an, M., Fatimah, S., & Hilmi, D. (2021). *Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10*(2).
Rohiyatun, B. (2019). Standar sarana dan prasarana pendidikan. *Jurnal Visionary: Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administratif Pendidikan, 7*(1), 9–18.
Rosmana. (2023). Upaya pemerataan pendidikan berkelanjutan di daerah 3T. *Attadib: Journal of Elementary Education*.
Rosyada, D., & Kurnia, A. (2021). *Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18*(2).
Rusli Dedi Mustofa, R. C. M., Sukma, I., & Lukitoaji, B. D. (2026). Analisis buruknya fasilitas pendidikan sebagai dampak dari penyalahgunaan dana BOS. *Sosiola Pedagogi: Jurnal Inovasi Pendidikan, Sosial, dan Humaniora*.
Salam, A., Ikhwanuddin, I., & Jamilah, S. J. S. (2022). Pendidikan karakter anak usia dini. *Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 4*(1), 50–60.
Salim, A., & Hasanuddin. (2021). *Jurnal Komunitas Pendidikan, 5*(2).
Saputro, A. D., & Rahayu, T. S. (2021). *Journal of Science and Education (JSE), 2*(1).
Sari, Y. I., & Nurhayati. (2021). *Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual, 5*(3).
Septiani, R., & Suyatno. (2021). *Jurnal Pendidikan Karakter, 11*(1).
Setiawan, B., & Kusumawati, D. (2021). *Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 6*(4).
Setiawan, R., Sujarwanto, Wagino, Nursalim, M., & Rachmadyanti, P. (2026). Keadilan sosial dan distribusi akses pendidikan inklusif di Indonesia: Analisis Rawlsian terhadap ketimpangan fasilitas sekolah perkotaan dan pedesaan. *Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 32*(1), 183–189.
Sianipar, R. Y., Lase, A., Gultom, G. S., Nababan, F. J., & Sinaga, L. (2025). Ketimpangan kualitas pendidikan antara sekolah di perkotaan dan di pedesaan. *Journal Education, Sociology and Law, 1*(1), 426–433.
Silitonga, H. T. M., & Situmorang, M. (2021). *Jurnal Pendidikan Humaniora, 9*(2).
Simbolon, M., & Manurung, R. T. M. (2021). *Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, 7*(2).
Siswanto, H., & Adi, W. P. (2021). *Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 5*(3).
Sumantri, M. S., & Wahyudi, A. (2021). *Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15*(1).
Supriyanto, A., & Wahyudi, D. (2020). *Jurnal Administrasi Pendidikan, 27*(1).
Sutisna, N. W., & Effane, A. (2022). Fungsi manajemen sarana dan prasarana. *Karimah Tauhid, 1*(2), 226–233.
Suyono, S. T. (2022). Sarana dan prasarana pendidikan dalam peningkatan kualitas proses belajar siswa. *Jurnal Administrasi Pendidikan UPI*.
Syarifuddin, & Nur, M. (2021). *Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 19*(2).
Tarigan, B., & Bangun, S. (2021). *Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan, 27*(2).
Trisnawati, E., & Prasetyo, B. (2021). *Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11*(2).
Utami, S., & Martini. (2021). *Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6*(8).
Wahid, A. H., & Rofiq, A. (2021). *Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5*(2).
Wahyuningsih, T., & Susanto, H. (2021). *Jurnal Pedagogik, 8*(2).
Wibowo, A., & Supriyanto, E. (2021). *Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 10*(4).
Wirawan, I. M. A., & Nata, I. M. A. (2021). *Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10*(2).
Wulandari, F., & Anggoro, B. S. (2021). *Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5*(2).
Yuliati, R., & Sari, D. R. (2021). *Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 15*(2).
Yusuf, A. M., & Junaedi, F. (2021). *Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 14*(1).